Share |

Samakah Orgasme Miss V dan Klitoris?

Categorized Under: Lifesytle, Love, Sex Tips
Saatnya bercinta (Foto: Corbis)
Saatnya bercinta (Foto: Corbis)

APAKAH muara akhir dari sebuah petualangan seksual yang Anda lakukan? Tentu orgasme jawabannya. Sejauh ini sering terdengar ada orgasme Miss V dan klitoris. Lantas, adakah perbedaan antara keduanya?

Ketika membicarakan seks, maka sebuah hal menarik yang menjadi harapan sekaligus tantangan untuk mencapainya adalah urusan orgasme. Selama ini, mungkin banyak orang mendengar isitilah orgasme Miss V dan orgasme klitoris meskipun mereka pun tak terlalu mengenal secara dalam apakah definisi dari keduanya. Demikian yang diulas Your Tango.

Para profesional sendiri pun sebenarya tak terlalu menyetujui topik ini. Saat membahas topik tersebut, ada yang mengatakan bahwa ada kedua orgasme itu merupakan dua pengalaman yang didukung oleh jalur yang berbeda. Sebagian mengatakan bahwa semua orgasme itu masuk dalam orgasme klitoris karena klitoris sebenarnya jauh lebih besar dari yang terlihat dengan mata telanjang. Sementara sebagian lainnya mengatakan bahwa mereka hanya menikmati orgasme dan tak pernah mengkhawatirkan hal tersebut.  Mereka menganggap bahwa orgasme adalah sebuah rahasia dan menjadi urusan masing-masing.

Kenyataannya, semua perspektif pun memiliki manfaat. Penelitian sendiri seperti tertuang dalam “Journal of Sexual Medicine” memang menawarkan beberapa wawasan yang menarik. Sebagai contoh, berdasarkan sebuah studi baru-baru ini yang menggunakan ultrasound untuk mengevaluasi alat kelamin wanita sebelum dan setelah berhubungan melahirkan sebuah kesimpulan bahwa apa yang disebut G-spot sebenarnya bisa menjadi akar klitoris yang membentang di dekat Miss V. Setidaknya beberapa wanita yang mengalamai orgasme selama penetrasi mungkin hanya menemukan rute alternatif terlebih dahulu untuk merangsang klitoris mereka.

Penelitian lainnya yang ada di jurnal yang sama dilakukan terhadap 1.000 wanita yang disurvei Ceko untuk mencari bukti orgasme Miss V yang mereka definisikan sebagai orgasme yang dipicu oleh hubungan Mr P dan Miss V saja. Para peneliti menemukan bahwa beberapa wanita dalam sampel  mereka tidak merasakan perbedaan antara orgasme klitoris dan Miss V. Tak hanya itu, mereka pun menemukan beberapa variabel menarik yang tampaknya berkorelasi dengan apa yang dianggap waneta sebagai orgasme Miss V. Misalnya, konsistensi orgasme Miss V dikaitkan dengan pendidikan seksual pada anak menunjukkan bahwa Miss V (sebagai lawan klitoris) sangatlah penting untuk mendorong orgasme. Selain itu, variabel lainnya termasuk anal seks dianggap sebagai kemampuan untuk fokus pada kenikmatan di Miss V-nya, durasi yang lebih besar dari hubungan Mr P – Miss V (dalam penelitian ini, durasi rata-rata sekira 13 menit) dan preferensi pribadi untuk lebih lama dari rata-rata panjang Mr P.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright © 2010 Lifestyle Bilcyber.com