Depresi, kecemasan, dan stres sehari-hari juga dapat menghancurkan hasrat berhubungan seks pasutri. (Foto: Google)
KEHILANGAN gairah bercinta? Rupanya, fakta mengungkap sebanyak 40 persen wanita mengeluh karena memiliki dorongan seks yang rendah pada beberapa fase hidup mereka.
Survei yang dihelat University of Chicago menemukan bahwa sekira 33 persen wanita berusia 18 sampai 59 tahun mengeluh libido mereka rendah. Sedangkan menurut Kinsey Institute, orang-orang berusia 20-an rata-rata berhubungan seks 112 kali setahun, jumlah tersebut turun menjadi 86 kali per tahun ketika mereka berusia 30, dan mengalami penurunan sebesar 69 kali dalam setahun bagi orang di usia 40-an.
Penurunan aktivitas seksual dari waktu ke waktu ini masih dianggap normal. Tapi, bagaimana kalau keinginan berhubungan intim selalu dirasakan seorang wanita? Apakah ini bisa menjadi masalah yang serius? Berikut adalah beberapa pemicu wanita tak berhasrat untuk berhubungan seks, seperti dilansir Shape, Selasa (6/4/2010).
Kesehatan mental
Depresi, kecemasan, dan stres sehari-hari juga dapat menghancurkan hasrat berhubungan seks -terutama bagi wanita yang lebih sering mengalami daripada pria. Wanita mengalami kesulitan mencapai orgasme karena mental mereka terhambat. Hal ini diakibatkan karena efek stres yang bergejolak.
Bila Anda lebih jeli, beberapa jenis obat mungkin tidak dapat membantu untuk mengobati depresi dan kecemasan -termasuk Prozac, Paxil dan Zoloft- yang diketahui dikenal suka dikonsumsi saat seseorang mengalami penurunan libido.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda bila ingin mengkonsumsi obat-obatan. Juga, pastikan untuk berbagi cerita kepada pasangan seputar perubahan yang terjadi di dalam kehidupan Anda, seperti pekerjaan baru, masalah keluarga, dan hal-hal lain yang dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional Anda.
Efek dari penggunaan alat kontrasepsi
Pilihan KB, suntik hormonal disinyalir dapat menghambat keinginan wanita untuk berhubungan seks. Dalam masyarakat luas, stigma bahwa menggunakan alat kontraspesi dapat berefek pada penurunan libido masih cukup kuat. Padahal, belum ada data statistik resmi yang memperkuat stigma tersebut.
Namun, para pengguna pil kontrasepsi banyak mengeluhkan mengalami kekurangan dorongan seksual. Apa pasal? Pil dan metode lain untuk mengendalikan kelahiran disinyalir dapat mengacaukan hormon testosteron dalam tubuh -hormon yang mengendalikan libido- dengan cara menghentikan ovulasi. Semua metode ini juga meningkatkan kadar estrogen, yang setelah diproses lewat hati, hormon estrogen yang diberikan kepada beberapa hormon testosteron lainnya bisa mengurangi libido.
Sebaiknya tanyakan kepada dokter Anda terlebih dahulu tentang pilihan alat kontrasepsi yang berbeda -termasuk IUD, diafragma, kondom dan banyak lagi. Dengan catatan, jika Anda mengalami efek samping yang berhubungan dengan penurunan libido.
Penyakit
Wanita yang menderita penyakit seperti diabetes berisiko tinggi memiliki libido yang rendah daripada wanita sehat. Kanker-terutama jika diobati dengan kemoterapi-juga dapat mengurangi gairah seksual. Sama halnya dengan penyakit yang dapat berhubungan dengan tekanan darah dan kesehatan jantung.
Hal ini tidak mengherankan, karena penyakit kronis memang banyak menimbulkan stres dan meningggalkan rasa lelah pada tubuh. Jika Anda menderita libido rendah, segera bicarakan dengan dokter Anda, dan lihatlah apakah ia merekomendasikan cara tertentu untuk menyingkirkan masalah Anda. Juga, beritahukan kepadanya tentang segala obat yang dapat Anda konsumsi